Camping Bareng Hewan Peliharaan, Emang Bisa? Ternyata Banyak yang Sudah Coba!

 


Camping kini tak lagi identik hanya dengan manusia. Tren baru muncul di kalangan pecinta alam yang juga pecinta hewan: camping sambil membawa hewan peliharaan. Tapi, emangnya bisa? Bagaimana tips dan tantangannya?

Berkemah di alam terbuka sambil menikmati suara serangga malam dan aroma kopi hangat kini tak hanya dinikmati oleh manusia. Seiring berkembangnya tren outdoor lifestyle, banyak pecinta binatang mulai membawa hewan peliharaan mereka ikut camping, mulai dari anjing, kucing, bahkan kelinci.

Namun, pertanyaan yang sering muncul: apakah hewan peliharaan cocok dibawa camping? Apakah aman dan nyaman untuk mereka?

“Awalnya ragu banget mau bawa anjing saya, Nino, camping. Tapi setelah coba sekali, ternyata dia malah senang dan aktif,” cerita Rendra Prakoso (32), seorang freelance fotografer yang rutin camping bersama anjing jenis golden retriever miliknya. “Selama kita siap, bawa hewan ke alam terbuka itu aman-aman aja,” tambahnya saat diwawancarai di kawasan Sentul, Bogor, Sabtu (4/5).

Menurut Rendra, kunci utamanya adalah persiapan matang. Ia selalu membawa makanan khusus, tempat tidur portabel, tali panjang, hingga kantong khusus untuk membersihkan kotoran. “Jangan cuma mikirin diri sendiri pas camping. Hewan kita juga punya kebutuhan dasar,” ujarnya.

Tak hanya anjing, beberapa pemilik kucing juga mulai mencoba membawa peliharaan mereka untuk merasakan suasana alam. Salah satunya adalah Aulia (27), seorang karyawan swasta di Jakarta yang baru-baru ini membagikan pengalaman camping bersama kucing Persia miliknya melalui akun Instagram.

“Namanya Momo, dia justru tenang banget pas diajak camping. Tapi ya, nggak bisa yang ekstrem. Saya pilih tempat yang teduh dan nggak terlalu ramai,” ujarnya. Aulia menambahkan bahwa penting sekali mengenali karakter hewan sebelum mengajaknya pergi. “Kalau kucingnya penakut dan mudah stres, lebih baik jangan dipaksakan.”

Fenomena ini juga menarik perhatian komunitas pecinta hewan. Menurut Andien Marta, pendiri komunitas Pets and Nature, tren ini makin berkembang setelah pandemi. “Banyak orang merasa dekat dengan hewan peliharaannya selama di rumah. Ketika mereka mulai beraktivitas luar lagi, mereka ingin peliharaannya ikut merasakan,” jelasnya.

Namun, Andien mengingatkan bahwa membawa hewan saat camping tidak bisa sembarangan. “Harus ada riset lokasi. Tidak semua camping ground memperbolehkan hewan. Dan kita juga wajib menjaga agar hewan kita tidak mengganggu satwa liar atau lingkungan sekitar,” tegasnya.

Beberapa tempat camping di kawasan Puncak, Lembang, dan Bali bahkan sudah mulai menyediakan fasilitas ramah hewan atau pet-friendly zone, lengkap dengan area bermain dan akses air bersih. Ini tentu jadi sinyal positif bahwa tren ini bisa dikelola dengan baik.

Dokter hewan drh. Dita Rahma juga memberikan pandangannya terkait tren ini. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kenyamanan hewan saat diajak ke alam bebas.

“Pastikan vaksin mereka lengkap, bawa obat antikutu, dan hindari jam aktif serangga. Jangan lupa juga bawa air bersih yang cukup dan periksa suhu tubuh hewan secara berkala,” jelas Dita.

Meski penuh tantangan, banyak pemilik hewan yang mengaku mendapatkan pengalaman emosional yang berbeda ketika camping bersama peliharaan.

“Rasanya lebih seru. Kita nggak sendiri, dan mereka juga menikmati suasana bareng kita,” kata Rendra sambil tersenyum.

Camping bersama hewan peliharaan bukan sekadar gaya hidup, tapi juga bentuk kedekatan emosional yang makin kuat. Selama dilakukan dengan penuh tanggung jawab, aktivitas ini bisa jadi cara baru menikmati alam dengan sahabat berkaki empat kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyaman di Alam Terbuka: Alas Tenda Jadi Kunci Tidur nyenyak Saat Camping

Eiger Gelar Eiger Adventure Camp 2025: Kampanye Outdoor Life Ramah Lingkungan