Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Peralatan Hilang, Pencurian Terjadi di Lokasi Camping Populer Sentul

Gambar
Aksi pencurian terjadi di kawasan camping Sentul Eco Camp, Bogor, Sabtu dini hari. Beberapa camper kehilangan perlengkapan seperti sleeping bag, kompor portable, dan barang pribadi. Polisi mulai melakukan penyelidikan. Bogor, 27 Mei 2025 — Keamanan lokasi camping kembali jadi sorotan setelah kasus pencurian menimpa sejumlah pengunjung Sentul Eco Camp, Sabtu (25/5) dini hari. Sedikitnya tiga kelompok camper melaporkan kehilangan barang saat mereka sedang tertidur di tenda. Barang yang hilang meliputi kompor portable , headlamp , sleeping bag , dan ponsel . Kejadian ini sontak membuat heboh kawasan camping yang biasanya ramai dikunjungi keluarga dan komunitas pendaki. “Kami baru sadar sekitar pukul lima pagi. Kompor dan beberapa barang kecil sudah tidak ada di depan tenda. Untung ponsel disimpan di dalam sleeping bag,” kata Randy Sutanto (29) , salah satu korban asal Jakarta Selatan. Tidak Ada Tanda Kekerasan Menurut pengakuan para korban, tidak ditemukan kerusakan pada tenda atau ...

Tetap Stylish di Tengah Hutan: Gaya Camper Kekinian yang Makin Hits

Gambar
  Bukan cuma tenda dan perlengkapan masak, kini gaya berpakaian saat camping juga jadi perhatian utama. Para camper kekinian tampil stylish meski sedang berada di tengah alam. wa Sentul, 27 Mei 2025   Di antara pepohonan dan jalan setapak, kini makin mudah menemukan camper dengan gaya berpakaian yang mencuri perhatian. Dari jaket puffer warna pastel, celana cargo kekinian, hingga bucket hat lucu, penampilan para camper muda terasa seperti peragaan busana outdoor mini. “Camping sekarang tuh nggak cuma buat healing, tapi juga buat ngonten. Jadi ya, outfit harus niat,” kata Fira Anjani (23) , content creator yang kerap camping bareng komunitasnya. Fungsional Tapi Tetap Modis Para camper muda memilih outfit yang tetap nyaman dan fungsional, tapi tetap punya sisi gaya. Celana kargo dengan banyak kantong, sepatu trekking berwarna cerah, dan jaket windbreaker kini jadi andalan. “Aku selalu mix and match jaket outdoor dengan dalaman warna cerah biar kelihatan kontras di foto. Bia...

Acara Camping Massal Gagal Akibat Tenda Bocor, Ratusan Peserta Dievakuasi

Gambar
Acara camping massal pelajar se-Jawa Barat di Cibodas, Cianjur, terpaksa dihentikan lebih awal akibat hujan deras dan banyaknya tenda peserta yang bocor. Ratusan siswa dievakuasi ke gedung aula setempat. Cianjur, 27 Mei 2025 — Acara Jambore Pelajar Jawa Barat yang diikuti lebih dari 400 siswa SMP dan SMA di kawasan camping ground Cibodas, Kabupaten Cianjur, terpaksa dihentikan dua hari lebih awal akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan puluhan tenda bocor dan roboh. Hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat malam (23/5), dan membuat kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk kegiatan outdoor. “Lebih dari 60 tenda peserta bocor dan beberapa bahkan rubuh diterpa angin. Kami langsung putuskan untuk evakuasi demi keselamatan,” kata Hj. Nur Aini , Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat sekaligus penanggung jawab kegiatan. Peserta Mengalami Kedinginan dan Demam Beberapa peserta dilaporkan mengalami gejala awal hipotermia seperti menggigil dan lemas akibat tidu...

Sampah Camping Liar Meningkat, Kawasan Hutan Rusak

Gambar
  Kegiatan camping liar tanpa izin resmi di sejumlah kawasan hutan konservasi Jawa Barat meninggalkan jejak sampah dalam jumlah besar. Dinas Kehutanan mencatat peningkatan pencemaran lingkungan selama dua bulan terakhir. Garut, 27 Mei 2025   Aktivitas camping liar yang dilakukan tanpa pengawasan resmi di berbagai kawasan hutan lindung mengakibatkan peningkatan volume sampah dan kerusakan vegetasi. Dinas Kehutanan Jawa Barat mencatat lebih dari 1 ton sampah non-organik terkumpul dari operasi bersih-bersih di wilayah Cagar Alam Papandayan dan Gunung Cikuray sejak April 2025. “Sampah plastik, kaleng, dan bekas alat makan mendominasi temuan kami. Sebagian besar berasal dari aktivitas camping yang tidak dilaporkan,” kata Indra Gunawan , Kepala Seksi Pengawasan Wilayah II Dinas Kehutanan Jabar. Menurutnya, banyak pengunjung yang sengaja menghindari pos pemeriksaan resmi untuk menghindari biaya tiket masuk dan perizinan, lalu mendirikan tenda di zona terlarang. Vegetasi Rusak,...

Lengah di Alam, Jumlah Kecelakaan Camping Meningkat

Gambar
  Jumlah kecelakaan ringan hingga sedang saat kegiatan camping meningkat dalam tiga bulan terakhir. Pemicunya didominasi kelalaian camper pemula yang kurang memahami standar keamanan dan minim persiapan peralatan. Bandung, 27 Mei 2025 — Aktivitas camping yang kian populer dalam dua tahun terakhir ternyata diikuti dengan meningkatnya angka kecelakaan di lapangan. Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung mencatat setidaknya 26 insiden ringan hingga sedang yang terjadi selama Maret hingga Mei 2025 di kawasan wisata alam Jawa Barat. “Mayoritas korban adalah pendaki atau camper pemula yang kurang memahami medan, tidak membawa peralatan lengkap, atau abai terhadap kondisi cuaca,” ujar Agus Mahendra , Kepala Operasi dan Siaga SAR Bandung, saat diwawancarai, Senin (26/5). Beberapa kecelakaan yang dilaporkan termasuk cedera pergelangan kaki akibat jalur licin , hipotermia ringan , dan keracunan makanan . Lokasi dengan jumlah insiden tertinggi adalah di kawasan Gunung Papandayan, Cikole, ...

Nada di Balik Kabut: Musik dan Tawa yang Menghangatkan Perkemahan

Gambar
Camping bukan cuma soal alam dan tenda. Musik dan hiburan kecil yang dibawa ke tengah hutan sering kali menjadi perekat suasana, pengusir dingin, bahkan penyembuh diam-diam bagi hati yang lelah. Cibodas, 27 Mei 2025   Di bawah langit malam dan cahaya api unggun, terdengar suara gitar dipetik perlahan. Bukan panggung besar, bukan konser, tapi lantunan lagu di alam bebas yang mengalir dari tenda ke tenda. Bagi banyak camper, musik bukan sekadar hiburan—ia adalah jiwa dari perjalanan itu sendiri. “Gue selalu bawa gitar mini tiap camping. Gak peduli berat, karena menurut gue, musik bisa ubah malam yang dingin jadi hangat,” ujar Iqbal Ramadhan (28), seorang desainer grafis yang gemar camping sejak kuliah. Menurutnya, musik di alam terbuka punya efek yang berbeda. Suara alam jadi pengiring alami, angin jadi harmonisasi, dan gema bukit jadi efek akustik yang tak bisa dibuat ulang di studio. Gitar, Ukulele, Hingga Speaker Mini Meski alat musik paling umum dibawa adalah gitar akustik ...

Pagi Pertama di Alam: Ritual Sunyi yang Dirindukan

Gambar
Bagi banyak camper, pagi hari di alam bukan sekadar waktu bangun. Di sinilah mereka menemukan ketenangan, kehangatan, dan kebiasaan kecil yang jadi ritual pribadi sebelum kembali ke dunia nyata. Bandung, 27 Mei 2025 — Di antara kabut tipis dan embun yang masih melekat di flysheet tenda, pagi hari saat camping menghadirkan suasana yang tak bisa digantikan oleh hotel bintang lima. Banyak pendaki dan camper menyebut momen ini sebagai ritual sunyi yang paling dirindukan . “Bangun pagi di tengah hutan atau pinggir danau itu rasanya beda. Hening, tapi justru penuh suara alam yang nggak bisa kita dengar di kota,” kata Yoga Pratama (33), seorang fotografer alam yang rutin camping sebulan sekali. Ritual sederhana seperti menyeduh kopi, duduk membungkus diri dengan sleeping bag, dan menikmati matahari pelan-pelan muncul dari balik bukit —itulah yang menurut banyak camper jadi inti pengalaman camping itu sendiri. Kopi dan Sunyi: Kombinasi Pagi Favorit Camper Bukan rahasia lagi bahwa kopi ad...

Logistik, Bukan Sekadar Bekal: Menyusun Makanan di Alam Bebas

Gambar
Kesalahan menyusun logistik makanan bisa berujung kelaparan, bahkan hipotermia. Di balik santainya kegiatan camping, ada strategi perencanaan makan yang menentukan kenyamanan dan keamanan di alam bebas. Bogor, 27 Mei 2025    Camping mungkin terlihat sederhana: tenda, alam, dan api unggun. Tapi di balik itu, logistik makanan adalah salah satu aspek terpenting yang sering diremehkan, terutama oleh pemula. “Pernah ada peserta open trip yang cuma bawa roti dan air mineral. Hari kedua dia lemas total karena nggak ada asupan karbohidrat cukup. Untung basecamp dekat,” ujar Dito Arkananta (32), pemandu pendakian freelance yang sudah delapan tahun mengurus ekspedisi gunung di Pulau Jawa. Menurut Dito, menyusun logistik makanan bukan sekadar membawa makanan sebanyak mungkin. Ada hitungan energi, durasi perjalanan, dan kemungkinan keterbatasan air atau api untuk memasak. “ Yang penting itu ringan, padat gizi, dan mudah dimasak . Nasi instan, makanan kering seperti abon atau kornet, ...

Kompor Mini, Cerita Besar: Si Kecil Penyelamat di Tengah Kabut

Gambar
Tak banyak yang menyadari betapa pentingnya kompor portable saat camping. Di balik ukurannya yang kecil, alat ini menyimpan peran besar yang bisa menentukan kenyamanan, bahkan keselamatan, para pendaki dan camper. Jakarta, 27 Mei 2025 — Saat membicarakan perlengkapan camping, banyak orang langsung membayangkan tenda atau sleeping bag. Tapi bagi mereka yang sudah sering bermalam di alam liar, kompor mini portable justru jadi alat vital yang tak boleh terlupa. Tak hanya untuk memasak, kompor portable sering kali jadi penyelamat saat cuaca memburuk atau ketika tubuh butuh kehangatan. Itulah yang dirasakan oleh Raka Pradipta (29), seorang hobiis camping yang telah menjelajahi lebih dari 30 gunung di Indonesia. “Gue pernah ada di situasi tenda hampir rubuh, hujan deras, angin kencang, dan suhu 8 derajat. Kompor kecil itu satu-satunya yang bikin kami bisa bikin kopi hangat dan mie rebus. Rasanya kayak diselamatin,” cerita Raka, saat ditemui di acara komunitas pecinta alam di Depok. Kom...

Bisnis Sewa Camping Keliling Lesu, Pelaku Usaha Gulung Tikar

Gambar
  asa penyewaan alat camping yang dulu sempat menjamur kini mulai tumbang satu per satu. Menurunnya tren berkemah berdampak langsung pada para pelaku usaha mikro yang mengandalkan sewa tenda dan perlengkapan outdoor. Dulu, mobil pickup penuh tenda dan peralatan camping mudah ditemui di sekitar kawasan wisata alam. Kini, bisnis sewa alat camping keliling itu nyaris menghilang. Turunnya minat masyarakat terhadap kegiatan berkemah membuat banyak pelaku usaha mikro ini terpaksa gulung tikar. “Dulu tiap akhir pekan saya keliling bawa tenda ke Cidahu, Cibodas, sampai ke Ranca Upas. Sekarang nggak ada panggilan, motor saya jadi ojek online,” ujar Dadan Wibowo, mantan penyewa alat camping keliling asal Sukabumi. Dadan menyebutkan bahwa sejak 2022, permintaan sewa perlengkapannya menurun drastis. Selain karena minat camping yang turun, persaingan dengan glamping yang menawarkan fasilitas siap pakai membuat penyewaan alat menjadi tidak lagi relevan bagi banyak wisatawan. Senada dengan Da...

Camping Kian Sepi, Pegiat Alam: “Tinggal Tunggu Punah”

Gambar
  Aktivitas camping di alam terbuka makin ditinggalkan generasi muda. Sejumlah lokasi perkemahan sepi pengunjung dan mulai terbengkalai. Pegiat alam khawatir jika tren ini terus berlangsung, camping akan hilang dari budaya wisata lokal. Kegiatan camping yang dulu ramai digelar sekolah, komunitas, dan keluarga, kini kian kehilangan pamor. Berbagai lokasi perkemahan di kawasan pegunungan dan hutan wisata mulai mengalami penurunan drastis jumlah pengunjung, bahkan sebagian besar tidak lagi difungsikan. “Sepuluh tahun lalu, tiap akhir pekan tenda bisa belasan berdiri di sini. Sekarang, satu bulan belum tentu ada yang datang,” ujar Agus Prabowo, pengelola kawasan camping Bukit Tapak, Bogor, Jawa Barat. Ia mengaku pendapatannya menurun lebih dari 70 persen sejak 2021. Menurutnya, minat generasi muda terhadap kegiatan alam sudah jauh bergeser. “Sekarang lebih senang ngopi di café, nonton konser, atau main TikTok. Camping dianggap repot dan nggak praktis,” lanjutnya. Fenomena ini tak h...

Camping Zaman Purba: 48 Jam Hidup Tanpa Teknologi

Gambar
  Bayangkan hidup selama dua hari penuh tanpa ponsel, listrik, kompor gas, bahkan tanpa tisu basah. Itulah tantangan “Camping Zaman Purba,” sebuah tren baru di kalangan pecinta alam dan komunitas minimalis yang ingin merasakan kembali hidup dengan cara paling dasar: hanya mengandalkan alam dan insting bertahan hidup. Selama 48 jam, para peserta dilarang membawa perangkat modern apa pun. Tak ada power bank, tak ada GPS, bahkan makanan instan pun tidak diperbolehkan. Hanya barang-barang yang bisa dibuat sendiri dari bahan alami yang diizinkan, seperti api dari batu, tempat tidur dari daun, dan alat makan dari bambu. Konsep ini bukan sekadar camping biasa, tapi eksperimen sosial sekaligus latihan mental. Menemukan Ulang Diri Sendiri Tantangan ini banyak digemari oleh anak muda urban yang sehari-harinya bergantung pada teknologi. Tujuannya bukan hanya “detoks digital”, tapi juga mencari makna dari keterhubungan dengan alam dan manusia secara langsung. “Aku kaget ternyata hal sederhana ...

Camping Jamu Hutan: Saat Alam Menjadi Sekolah Kehidupan

Gambar
 Bukan sekadar mendirikan tenda, puluhan peserta “Camping Jamu Hutan” di lereng Gunung Lawu justru sibuk meracik daun-daunan. Mereka belajar meramu jamu tradisional langsung dari sumbernya: hutan dan kearifan lokal. Kabut tipis menyelimuti kawasan hutan lereng Gunung Lawu, Sabtu pagi (17/5). Di antara rimbunnya pepohonan, suara ketel mendidih bersahutan dengan tawa puluhan peserta “Camping Jamu Hutan”. Aktivitas utama mereka bukan berburu sunrise atau membuat kopi api unggun—melainkan belajar meramu jamu langsung dari alam. Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Ramu Rimba ini menjadi alternatif camping yang menyegarkan sekaligus edukatif. Selama dua hari satu malam, peserta diajak mengenali tanaman obat, belajar meracik jamu sederhana, serta memahami filosofi pengobatan tradisional Jawa. “Banyak dari kita minum jamu, tapi nggak tahu bentuk asli tanamannya di hutan. Di sinilah mereka belajar langsung dari sumbernya,” ujar Ditya Wibowo (34), pendiri Komunitas Ramu Rimba sekaligus ...

Camping Lansia: Menantang Usia, Merawat Jiwa

Gambar
 Puluhan lansia usia 60 tahun ke atas mengikuti kegiatan camping di kawasan hutan lindung Mangunan, Yogyakarta. Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tapi bagian dari terapi alam untuk merawat kesehatan fisik dan mental di usia senja. Yogyakarta – Suara tawa dan nyanyian terdengar dari balik tenda-tenda yang berdiri rapi di kawasan Hutan Pinus Mangunan, Minggu (18/5). Bukan anak muda yang mendirikannya, melainkan puluhan lansia berusia 60 hingga 78 tahun yang mengikuti Silver Camp , kegiatan camping khusus untuk manula aktif. Acara ini digagas oleh Komunitas Lansia Bahagia dan Dinas Kesehatan DIY sebagai bagian dari gerakan hidup sehat dan aktif untuk lansia. Selama dua hari satu malam, para peserta mengikuti kegiatan outbond ringan, senam hutan, terapi pernapasan, hingga diskusi tentang semangat hidup dan kesehatan mental. “Kami ingin membuktikan bahwa usia bukan batas untuk terus bergerak dan merasa bahagia,” kata Siti Maryam (66), ketua komunitas sekaligus peserta tertua. Berb...

Camping Trauma Healing, Pelarian Aman Penyintas Bencana

Gambar
  Alih-alih ke pusat rehabilitasi, puluhan penyintas bencana di Jawa Barat memilih jalur berbeda untuk pemulihan psikologis: camping di alam terbuka. Program ini dianggap sebagai bentuk trauma healing yang murah, efektif, dan menyegarkan jiwa. Lembang, Jawa Barat – Puluhan penyintas gempa Cianjur mengikuti program Healing Camp yang digagas oleh relawan kemanusiaan dan komunitas peduli trauma anak, Sabtu (17/5). Mereka mendirikan tenda, membuat api unggun, hingga mengikuti sesi diskusi di tengah hutan pinus. Kegiatan ini digelar bukan sekadar wisata alam. Menurut fasilitator program, Dinar Wulaningsih, camping ini dirancang khusus sebagai bentuk terapi pemulihan trauma pascabencana. “Lingkungan terbuka memberi rasa aman, jauh dari reruntuhan dan memori buruk. Mereka bisa tertawa, menangis, dan memulai dari awal,” ujar Dinar kepada wartawan. Sebagian besar peserta adalah keluarga korban gempa, termasuk anak-anak yang mengalami kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga. Di tenga...

Tenda Otomatis Bikin Tukang Sewa Ketar-Ketir

Gambar
  Meningkatnya popularitas tenda otomatis di kalangan pendaki dan camper pemula mulai berdampak pada bisnis sewa alat camping tradisional. Tenda jenis ini bisa berdiri hanya dalam hitungan detik tanpa perlu dirakit manual, membuatnya digemari generasi muda yang ingin praktis. Di marketplace dan e-commerce, penjualan tenda instan melonjak drastis sejak awal tahun. Harga yang makin terjangkau membuat banyak orang memilih beli dibanding sewa. “Awalnya sewa terus, tapi setelah tahu ada tenda yang tinggal lempar langsung berdiri, saya beli. Harganya nggak sampai Rp300 ribu,” ujar Dira (22). Dampaknya langsung terasa di pelaku usaha sewa alat camping. Rizal, pemilik OutdoorBase Rent di daerah Dago, mengaku penyewaan tenda konvensional menurun lebih dari 40% dalam 6 bulan terakhir. “Orang sekarang pengen cepat, nggak mau ribet buka frame satu-satu. Padahal tenda manual itu lebih kokoh, lebih tahan angin dan hujan,” keluhnya saat ditemui, Minggu (11/5). Tak sedikit penyewa yang kem...

Ayah, Anak Perempuan, dan Nyala Api Unggun: Mencari Dekat di Tengah Jauh

Gambar
  12 Mei 2025 — Di tengah sunyi malam dan gemerisik dedaunan, Budi (45) dan putrinya, Sekar (11), duduk berdampingan di depan api unggun yang mulai mengecil. Cahaya temaram menari di wajah mereka. Tak banyak kata, tapi kebersamaan itu terasa penuh. “Di rumah, saya sering kejar-kejaran sama kerjaan. Kadang cuma sempat tanya, ‘Udah makan?’” kata Budi pelan. “Tapi di sini, saya baru tahu Sekar suka gambar bintang dan tahu nama-nama rasi.” Budi adalah peserta Father & Daughter Camp , kegiatan camping dua hari yang digagas oleh komunitas Langkah Dua. Program ini didesain khusus untuk mempererat hubungan ayah dan anak perempuan—relasi yang kerap canggung saat anak mulai tumbuh besar. Menurut Dimas Wicaksono, fasilitator program, banyak ayah merasa kikuk saat berhadapan dengan dunia batin anak perempuannya. “Di rumah, hubungan mereka kadang formal. Tapi di sini, mereka belajar mengenal lagi, bukan sebagai orang tua dan anak, tapi sebagai dua manusia yang saling ingin dekat.” Di t...

Sunyi yang Menguatkan: Solo Camping Perempuan Makin Diminati

Gambar
  Semakin banyak perempuan memilih camping sendirian sebagai bentuk perlawanan terhadap ketakutan dan tekanan hidup. Di tengah sepinya hutan, mereka belajar mengenal diri, berteman dengan sunyi, dan menemukan keberanian baru. 12 Mei 2025 — Saat langit mulai gelap di balik pepohonan Ujung Kulon, Sinta Rahayu (31) sedang sibuk menyalakan api kecil di depan tendanya. Bukan untuk ramai-ramai. Ia sedang solo camping — sendirian, jauh dari hiruk-pikuk kota, tanpa sinyal, tanpa keramaian. “Dulu saya takut banget gelap, takut suara-suara hutan. Tapi sekarang, justru di sini saya merasa paling hidup,” katanya. Sinta adalah bagian dari komunitas kecil bernama Perempuan Sunyi , kumpulan perempuan urban yang rutin melakukan solo camping . Tujuan mereka bukan sekadar wisata, tapi membangun kepercayaan diri dan mengatasi kecemasan dalam sunyi yang total. “Saat kamu sendirian di alam, kamu nggak bisa lari dari dirimu sendiri. Itu yang bikin healing-nya terasa dalam,” lanjut Sinta. Tren ini ...

Lahan Tidur Jadi Ladang Uang: Tren Camping di Kebun Warga Desa

Gambar
Kebun singkong, pekarangan bambu, hingga lahan kosong di kaki gunung kini disulap jadi tempat camping eksklusif. Warga desa mendapat penghasilan baru tanpa harus merantau ke kota. 12 Mei 2025 — Sejak awal 2024, kebun milik Pak Sarno (58) di lereng Gunung Sumbing, Magelang, tak lagi hanya ditumbuhi pohon kopi dan pisang. Kini, saban akhir pekan, 3 hingga 5 tenda berdiri di antara pepohonan, dihuni wisatawan kota yang ingin “healing” di alam terbuka. “Dulu lahan ini cuma saya biarkan. Sekarang bisa dapat Rp500 ribu sekali weekend dari sewa camping,” kata Sarno saat ditemui, Sabtu (10/5). Fenomena ini disebut warga sebagai “kebun stay” , di mana pemilik lahan menyewakan pekarangan mereka untuk kegiatan berkemah. Tanpa banyak modal, mereka hanya perlu membersihkan area, menyediakan toilet sederhana, dan memastikan keamanan. Tren ini bermula dari unggahan media sosial para pengunjung yang menyukai suasana sejuk, sunyi, dan jauh dari keramaian. Banyak dari mereka sengaja memilih laha...

Camping Bareng Hewan Peliharaan, Emang Bisa? Ternyata Banyak yang Sudah Coba!

Gambar
  Camping kini tak lagi identik hanya dengan manusia. Tren baru muncul di kalangan pecinta alam yang juga pecinta hewan: camping sambil membawa hewan peliharaan. Tapi, emangnya bisa? Bagaimana tips dan tantangannya? Berkemah di alam terbuka sambil menikmati suara serangga malam dan aroma kopi hangat kini tak hanya dinikmati oleh manusia. Seiring berkembangnya tren outdoor lifestyle, banyak pecinta binatang mulai membawa hewan peliharaan mereka ikut camping, mulai dari anjing, kucing, bahkan kelinci. Namun, pertanyaan yang sering muncul: apakah hewan peliharaan cocok dibawa camping? Apakah aman dan nyaman untuk mereka? “Awalnya ragu banget mau bawa anjing saya, Nino, camping. Tapi setelah coba sekali, ternyata dia malah senang dan aktif,” cerita Rendra Prakoso (32), seorang freelance fotografer yang rutin camping bersama anjing jenis golden retriever miliknya. “Selama kita siap, bawa hewan ke alam terbuka itu aman-aman aja,” tambahnya saat diwawancarai di kawasan Sentul, Bogor, Sabt...

Camping Anti-Mainstream, Tren Baru Penikmat Alam yang Cari Tantangan

Gambar
  Tren camping kini merambah ke lokasi-lokasi yang tak biasa. Alih-alih tempat populer, para pencinta alam mulai berburu spot anti-mainstream yang lebih sepi, alami, dan penuh tantangan baru untuk dijelajahi. Semakin padatnya pengunjung di lokasi camping populer seperti Ranca Upas dan Gunung Bromo, membuat sebagian pencinta alam memilih untuk mencari alternatif yang lebih tenang dan belum banyak terjamah. Fenomena ini melahirkan tren baru: camping di tempat anti-mainstream. Lokasi-lokasi seperti hutan perawan di daerah Cianjur Selatan, tepi jurang di Pegunungan Menoreh, hingga pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu mulai ramai dikunjungi oleh para petualang yang menginginkan suasana berbeda. Mereka mencari kesunyian, keaslian alam, serta sensasi "back to basic" yang lebih menantang. “Camping sekarang bukan cuma soal healing, tapi juga soal eksplorasi. Tempat yang jarang diketahui orang justru lebih menarik buat kami,” ujar Rizky Pratama (28), pendaki sekaligus anggota komunita...

Camping Dulu dan Kini: Dari Bertahan Hidup hingga Pamer Estetika

Gambar
  Camping bukan lagi sekadar petualangan di alam terbuka. Jika dulu kegiatan ini erat dengan tantangan fisik dan minim fasilitas, kini camping menjelma jadi aktivitas gaya hidup yang penuh kenyamanan dan estetika visual. Berbekal tenda sederhana, kompor minyak tanah, dan senter kecil, generasi 90-an menjadikan camping sebagai ajang pengujian mental dan fisik. Tidur beralaskan matras tipis, makan mie instan, hingga harus rela antre ke sungai untuk sekadar mandi—itulah gambaran camping zaman dulu. Kini, pemandangan itu berubah drastis. Tenda besar bergaya glamping lengkap dengan kasur empuk, selimut hangat, lampu tumblr, hingga kopi susu kekinian menjadi pemandangan umum di banyak area camping saat ini. Bahkan, beberapa lokasi menyediakan jaringan Wi-Fi dan colokan listrik. Bukan hanya tentang kembali ke alam, camping kini juga tentang menciptakan konten. “Camping dulu itu soal bertahan hidup. Kita belajar mandiri, kerja sama tim, dan mengandalkan apa yang ada. Sekarang, camping lebi...