Sampah Camping Liar Meningkat, Kawasan Hutan Rusak

 


Kegiatan camping liar tanpa izin resmi di sejumlah kawasan hutan konservasi Jawa Barat meninggalkan jejak sampah dalam jumlah besar. Dinas Kehutanan mencatat peningkatan pencemaran lingkungan selama dua bulan terakhir.

Garut, 27 Mei 2025  Aktivitas camping liar yang dilakukan tanpa pengawasan resmi di berbagai kawasan hutan lindung mengakibatkan peningkatan volume sampah dan kerusakan vegetasi. Dinas Kehutanan Jawa Barat mencatat lebih dari 1 ton sampah non-organik terkumpul dari operasi bersih-bersih di wilayah Cagar Alam Papandayan dan Gunung Cikuray sejak April 2025.

“Sampah plastik, kaleng, dan bekas alat makan mendominasi temuan kami. Sebagian besar berasal dari aktivitas camping yang tidak dilaporkan,” kata Indra Gunawan, Kepala Seksi Pengawasan Wilayah II Dinas Kehutanan Jabar.

Menurutnya, banyak pengunjung yang sengaja menghindari pos pemeriksaan resmi untuk menghindari biaya tiket masuk dan perizinan, lalu mendirikan tenda di zona terlarang.

Vegetasi Rusak, Satwa Terganggu

Selain sampah, kerusakan vegetasi juga ditemukan akibat pembukaan lahan untuk tempat tenda secara sembarangan. Beberapa jalur alami ditutup oleh ranting patah dan jejak pembakaran terbuka.

“Satwa kecil seperti burung hutan dan musang terlihat menjauh dari habitat utama karena terganggu aktivitas manusia,” ujar Dewi Lestari, relawan dari komunitas Nature Rescue Indonesia.

Dewi menambahkan, ada tren pengunjung yang berkemah hanya demi konten media sosial, namun mengabaikan prinsip konservasi.

Pemerintah Akan Tindak Tegas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperketat patroli hutan dan memberlakukan sanksi administratif hingga denda bagi pelaku camping liar.

“Mulai Juni, semua pengunjung kawasan konservasi wajib mendaftar daring. Kami akan bekerja sama dengan kepolisian hutan untuk menindak pelanggar,” tegas Yana Mulyana, Kepala Dinas Kehutanan Jabar.

Ia juga meminta bantuan masyarakat untuk ikut melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar hutan.

Seruan untuk Bertanggung Jawab

Komunitas pecinta alam menyerukan pentingnya kesadaran lingkungan dalam setiap kegiatan outdoor.

“Camping itu bukan cuma soal menikmati alam, tapi juga menjaga. Bawa pulang sampahmu, jangan rusak jalur, dan hormati aturan,” ujar Reza Wahyudi, koordinator komunitas Pendaki Bijak.

Kampanye “Camping Sadar Lingkungan” rencananya akan digelar serentak di 12 titik wisata alam Jawa Barat mulai pekan depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyaman di Alam Terbuka: Alas Tenda Jadi Kunci Tidur nyenyak Saat Camping

Eiger Gelar Eiger Adventure Camp 2025: Kampanye Outdoor Life Ramah Lingkungan

Camping Bareng Hewan Peliharaan, Emang Bisa? Ternyata Banyak yang Sudah Coba!