camping Digital Detox: Menepi dari Dunia Maya demi Kesehatan Mental
Gue nggak nyangka, ternyata nggak buka HP dua hari itu… bikin tenang banget,” ujar Adit, mahasiswa semester lima yang baru pertama kali ikut camping tanpa membawa gawai. Di tengah hiruk pikuk notifikasi media sosial dan tuntutan tugas kuliah online, kegiatan camping kini tidak sekadar mencari udara segar, tetapi juga menjadi sarana digital detox yang semakin dibutuhkan generasi muda. Camping selama ini identik dengan api unggun, tenda di pinggir hutan, dan makanan instan yang dimasak dengan penuh perjuangan. Namun kini, makna camping perlahan bergeser menjadi lebih dalam: sebagai pelarian sementara dari padatnya informasi digital yang tiada henti. Fenomena digital detox camping mulai populer di kalangan anak muda, terutama mahasiswa dan pekerja kreatif yang mulai merasa jenuh dengan rutinitas daring yang melelahkan secara mental. Kegiatan ini mengajak peserta untuk meninggalkan gawai, sinyal internet, bahkan jam tangan pintar mereka, demi kembali terhubung dengan alam dan diri se...