Detik-Detik Ibu-Ibu Terseret Arus: ‘Saya Hanya Bisa Pasrah

 


Sebuah insiden nyaris merenggut nyawa dua ibu rumah tangga saat berkemah di pinggiran Sungai Cikapundung, Bandung, Minggu (27/4). Arus deras mendadak menyeret mereka saat sedang mencuci peralatan makan.


Bandung – Dua ibu rumah tangga nyaris kehilangan nyawa saat berkemah bersama komunitas keluarga di kawasan wisata alam Sungai Cikapundung, Kecamatan Cidadap, Bandung. Arus sungai yang tiba-tiba meningkat menyeret keduanya sekitar tiga meter sebelum akhirnya berhasil diselamatkan warga.

Kejadian terjadi sekitar pukul 07.30 pagi saat keduanya, Nani (43) dan Lilis (38), sedang mencuci peralatan makan usai sarapan di pinggiran sungai. Tanpa tanda-tanda hujan di sekitar lokasi, arus mendadak berubah deras.

“Saya lagi bilas piring, tiba-tiba air naik cepat sekali. Saya langsung kehilangan pijakan,” tutur Nani kepada wartawan saat ditemui di tenda utama. “Saya sempat teriak, tapi cuma sempat bilang ‘tolong’ sekali. Setelah itu saya pasrah.”

Lilis, yang berada sekitar dua meter dari Nani, juga ikut terseret. Beruntung, beberapa warga dan anggota komunitas segera bertindak cepat. Mereka menggunakan tali tambang dan ranting pohon untuk menarik keduanya ke daratan.

“Kalau telat semenit saja, mungkin sudah hanyut,” ujar Deni Setiawan (39), salah satu anggota komunitas yang menyelamatkan korban. “Kami biasa camping di sini, tapi ini pertama kalinya arus berubah secepat itu. Mungkin ada hujan di hulu.”

Kejadian ini menjadi pengingat serius akan pentingnya pengawasan dan pemahaman medan saat berkemah di dekat sungai. Ketua RT setempat, Haji Udin, menuturkan bahwa pihaknya telah lama memperingatkan pengunjung soal potensi bahaya air bah kiriman dari hulu.

“Kadang cuaca di sini cerah, tapi di atas sana bisa hujan lebat. Air kiriman itu bisa datang kapan saja,” ujar Haji Udin.

Meski selamat tanpa luka serius, kedua ibu tersebut tampak masih syok dan enggan kembali mendekati sungai. Panitia komunitas juga langsung memutuskan untuk mengevakuasi seluruh peserta camping lebih awal demi keamanan.

Pihak BPBD Kota Bandung mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan menghindari berkemah terlalu dekat dengan aliran sungai, terutama saat musim pancaroba.

“Liburan itu penting, tapi keselamatan lebih utama,” tegas Kepala BPBD Bandung, Asep Hermana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyaman di Alam Terbuka: Alas Tenda Jadi Kunci Tidur nyenyak Saat Camping

Eiger Gelar Eiger Adventure Camp 2025: Kampanye Outdoor Life Ramah Lingkungan

Camping Bareng Hewan Peliharaan, Emang Bisa? Ternyata Banyak yang Sudah Coba!