Tenda Otomatis Bikin Tukang Sewa Ketar-Ketir
Di marketplace dan e-commerce, penjualan tenda instan melonjak drastis sejak awal tahun. Harga yang makin terjangkau membuat banyak orang memilih beli dibanding sewa.
“Awalnya sewa terus, tapi setelah tahu ada tenda yang tinggal lempar langsung berdiri, saya beli. Harganya nggak sampai Rp300 ribu,” ujar Dira (22).
Dampaknya langsung terasa di pelaku usaha sewa alat camping. Rizal, pemilik OutdoorBase Rent di daerah Dago, mengaku penyewaan tenda konvensional menurun lebih dari 40% dalam 6 bulan terakhir.
“Orang sekarang pengen cepat, nggak mau ribet buka frame satu-satu. Padahal tenda manual itu lebih kokoh, lebih tahan angin dan hujan,” keluhnya saat ditemui, Minggu (11/5).
Tak sedikit penyewa yang kembali karena kecewa dengan kualitas tenda instan murah yang bocor saat hujan deras atau rusak setelah sekali pakai. Namun, persepsi “praktis” tetap menjadi magnet utama.
Ahli perlengkapan outdoor dari Komunitas Pendaki Profesional Indonesia, Galang Priyanta, mengingatkan bahwa tenda otomatis bukan tanpa risiko.
“Banyak yang salah paham. Tenda instan itu cocok buat cuaca cerah dan camping santai, bukan buat pendakian ekstrem. Kalau dipaksakan bisa berbahaya,” jelasnya.
Untuk tetap bersaing, Rizal kini mulai menyewakan tenda otomatis versi premium, lengkap dengan training pemasangan dan pengecekan cuaca lokasi camping.
“Kalau nggak adaptasi, bisa gulung tikar. Sekarang bukan cuma nyewa, tapi kita harus edukasi juga,” tambah Rizal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tren camping terus berubah, mengikuti gaya hidup baru yang lebih praktis dan instan. Namun, di balik kemudahan itu, keamanan dan pengetahuan tetap menjadi fondasi penting bagi para pencinta alam.

Komentar
Posting Komentar