Camping Trauma Healing, Pelarian Aman Penyintas Bencana

 


Alih-alih ke pusat rehabilitasi, puluhan penyintas bencana di Jawa Barat memilih jalur berbeda untuk pemulihan psikologis: camping di alam terbuka. Program ini dianggap sebagai bentuk trauma healing yang murah, efektif, dan menyegarkan jiwa.

Lembang, Jawa Barat – Puluhan penyintas gempa Cianjur mengikuti program Healing Camp yang digagas oleh relawan kemanusiaan dan komunitas peduli trauma anak, Sabtu (17/5). Mereka mendirikan tenda, membuat api unggun, hingga mengikuti sesi diskusi di tengah hutan pinus.

Kegiatan ini digelar bukan sekadar wisata alam. Menurut fasilitator program, Dinar Wulaningsih, camping ini dirancang khusus sebagai bentuk terapi pemulihan trauma pascabencana.

“Lingkungan terbuka memberi rasa aman, jauh dari reruntuhan dan memori buruk. Mereka bisa tertawa, menangis, dan memulai dari awal,” ujar Dinar kepada wartawan.

Sebagian besar peserta adalah keluarga korban gempa, termasuk anak-anak yang mengalami kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga. Di tengah udara dingin dan rimbun pepohonan, mereka diajak mengikuti terapi napas, menggambar ekspresif, dan mendengarkan dongeng penyembuhan.

Dian (37), salah satu peserta asal Cugenang, mengaku baru kali ini bisa tidur nyenyak sejak bencana. “Waktu gempa, kami tidur di tenda pengungsian. Tapi beda rasanya dengan tenda ini. Di sini kami merasa datang karena pilihan, bukan keterpaksaan,” katanya.

Program ini berjalan dengan dukungan donasi komunitas pecinta alam dan organisasi psikologi sosial. Uniknya, tidak ada agenda seremonial. Semua kegiatan berlangsung santai namun terstruktur, fokus pada keterhubungan antara peserta dan alam.

Psikolog dari Universitas Padjadjaran, Rino Wahyudi, menilai pendekatan ini efektif, terutama bagi korban yang enggan bicara dalam sesi konseling tertutup.

“Kadang trauma justru lebih cepat pulih ketika tubuh diberi ruang untuk merasa aman. Camping adalah salah satu caranya,” jelas Rino.

Healing Camp rencananya akan digelar rutin di berbagai titik rawan bencana di Indonesia. Penyelenggara berharap, semakin banyak pihak yang melihat kegiatan ini bukan sekadar tamasya, melainkan bagian penting dari proses pemulihan jangka panjang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyaman di Alam Terbuka: Alas Tenda Jadi Kunci Tidur nyenyak Saat Camping

Eiger Gelar Eiger Adventure Camp 2025: Kampanye Outdoor Life Ramah Lingkungan

Camping Bareng Hewan Peliharaan, Emang Bisa? Ternyata Banyak yang Sudah Coba!