Lengah Saat Camping, Pemula Sering Abaikan 5 Hal Fatal Ini

 


Minim persiapan dan terlalu percaya diri menjadi penyebab utama banyaknya kesalahan yang dilakukan pendaki pemula saat camping. Dari perlengkapan yang kurang hingga abai terhadap cuaca, risiko celaka bisa datang tanpa diduga.

Camping menjadi tren liburan yang kembali digemari, terutama oleh generasi muda yang ingin “healing” dari rutinitas. Namun, tak sedikit pendaki pemula yang justru mengalami pengalaman buruk akibat kelalaian dalam mempersiapkan perjalanan.

Beberapa kesalahan umum yang kerap terjadi di antaranya adalah membawa perlengkapan yang tidak sesuai, mengabaikan prakiraan cuaca, serta kurangnya pengetahuan dasar bertahan hidup di alam bebas.

“Banyak yang terlalu percaya diri. Mereka pikir camping itu cuma soal bawa tenda dan makanan. Padahal, alam nggak bisa ditebak,” ujar Dedy Gunawan, relawan pencinta alam dari Komunitas Jelajah Alam Jakarta, saat diwawancarai, Minggu (5/5).

Dedy menambahkan bahwa salah satu kasus yang sering ditemui adalah pendaki tidak membawa jas hujan atau pakaian hangat karena meremehkan suhu malam di gunung atau hutan. Akibatnya, mereka rentan terkena hipotermia.

“Yang lebih parah, ada yang nggak tahu cara membuat api unggun yang aman. Bisa-bisa malah bikin kebakaran hutan kecil,” tambahnya.

Selain itu, tidak sedikit pemula yang lupa membawa kotak P3K dan tidak tahu teknik pertolongan pertama. Hal ini tentu berisiko saat terjadi luka atau insiden kecil yang membutuhkan penanganan cepat.

Ratih Nuraini (23), seorang mahasiswi yang baru pertama kali camping di kawasan Gunung Pancar, mengakui sempat mengalami kendala serupa. “Saya kira sudah cukup siap, tapi ternyata sleeping bag yang saya bawa tipis banget. Malamnya kedinginan dan nggak bisa tidur,” ujarnya.

Melihat banyaknya kesalahan fatal yang berulang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta mengimbau para pemula untuk mengikuti pelatihan dasar sebelum berangkat camping.

“Edukasi adalah kunci. Kami mendorong komunitas-komunitas alam terbuka untuk aktif menyebarkan informasi dan memberikan pelatihan safety camping,” jelas Aditya Prasetya, Kepala Seksi Pengembangan Wisata Alam Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Kesalahan kecil dalam kegiatan camping bisa berdampak besar jika tidak diantisipasi sejak awal. Untuk itu, pemahaman, persiapan, dan kehati-hatian wajib dimiliki oleh siapa saja yang ingin menyatu dengan alam.

Komentar